"I felt like a zombie. I couldn't access my heart. I couldn't access my emotions. I couldn't connect," kata ibu berusia 38 tahun ini.
"It was terrible, it was the exact opposite of what had happened when Apple (red: anak pertamanya) was born. With her, I was on cloud nine. I couldn't believe it wasn't the same. I just thought it meant I was a terrible mother and a terrible person."
Suami Paltrow, Chris Martin, sang vokalis band Coldplay-lah yang pertama kali menyadari bahwa Paltrow mungkin mengalami postpartum depression.
"About four months into it, Chris came to me and said, 'Something's wrong. Something's wrong,' " kata Paltrow. "I kept saying, 'No, no, I'm fine.' But Chris identified it, and that sort of burst the bubble."
Paltrow mengatakan bahwa hal yang terberat adalah bagaimana dia mengakui masalah ini. "I thought postpartum depression meant you were sobbing every single day and incapable of looking after a child," jelasnya.
"But there are different shades of it and depths of it, which is why I think it's so important for women to talk about it. It was a trying time. I felt like a failure."
Namun, akhirnya Paltrow berhasil melewati masa-masa suram tersebut ditemani oleh suaminya. Dan kini dia telah memperoleh kembali semangat untuk film berikutnya, yaitu sebuah film musikal berjudul Country Strong. Untuk film ini, dia pun sempat belajar gitar dari suaminya.
People Magazine: Gwyneth Paltrow: 'I Felt Like a Zombie' with Postpartum Depression
Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
"It was terrible, it was the exact opposite of what had happened when Apple (red: anak pertamanya) was born. With her, I was on cloud nine. I couldn't believe it wasn't the same. I just thought it meant I was a terrible mother and a terrible person."
Suami Paltrow, Chris Martin, sang vokalis band Coldplay-lah yang pertama kali menyadari bahwa Paltrow mungkin mengalami postpartum depression.
"About four months into it, Chris came to me and said, 'Something's wrong. Something's wrong,' " kata Paltrow. "I kept saying, 'No, no, I'm fine.' But Chris identified it, and that sort of burst the bubble."
Paltrow mengatakan bahwa hal yang terberat adalah bagaimana dia mengakui masalah ini. "I thought postpartum depression meant you were sobbing every single day and incapable of looking after a child," jelasnya.
"But there are different shades of it and depths of it, which is why I think it's so important for women to talk about it. It was a trying time. I felt like a failure."
Namun, akhirnya Paltrow berhasil melewati masa-masa suram tersebut ditemani oleh suaminya. Dan kini dia telah memperoleh kembali semangat untuk film berikutnya, yaitu sebuah film musikal berjudul Country Strong. Untuk film ini, dia pun sempat belajar gitar dari suaminya.
People Magazine: Gwyneth Paltrow: 'I Felt Like a Zombie' with Postpartum Depression
Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama 
0 Response to "Gwyneth Paltrow dan Postpartum Depression"
Post a Comment