Sunday, August 1, 2010

CPR Efektif Tanpa Mouth-To-Mouth Breathing

cpr
Selama ini tindakan pemberian nafas dari mulut ke mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prosedur CPR. Namun, kini dua penelitian baru menyatakan bahwa prosedur CPR tanpa pemberian nafas dari mulut ke mulut ternyata sama efektifnya dengan CPR standar yang biasa dilakukan.

Tindakan CPR untuk menolong nyawa seseorang merupakan prosedur pertolongan pertama yang perlu diketahui oleh setiap orang. Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam prosedur CPR standar, yaitu penekanan daerah dada untuk mempertahankan sirkulasi darah dan pemberian nafas dari mulut ke mulut (mouth-to-mouth breathing) untuk mempertahankan suplai oksigen ke dalam tubuh korban.

Kini dua penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine telah mengubah apa yang selama ini telah diajarkan dalam melakukan CPR. Hasil dua penelitian ini memperlihatkan bahwa prosedur CPR yang hanya dilakukan dengan penekanan dada sudah cukup untuk menyelamatkan nyawa seseorang, tanpa perlu melakukan pemberian nafas mulut ke mulut seperti yang biasa dilakukan.

Dua penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan yang signifikan mengenai tingkat keselamatan korban yang ditolong dengan prosedur CPR yang hanya dilakukan dengan penekanan dada dengan CPR standar yang dilakukan (dengan penekanan dada ditambah dengan pemberian nafas dari mulut ke mulut). Sebaliknya, data memperlihatkan bahwa CPR hanya dengan penekanan dada mungkin malah dapat meningkatkan tingkat keselamatan korban sedikit lebih baik.

Penelitian yang dilakukan di Washington memperlihatkan bahwa tingkat keselamatan korban yang diberikan pertolongan CPR hanya dengan penekanan dada adalah sebesar 12,5%. Sedangkan dengan CPR standar adalah sebesar 11%. Sedangkan penelitian yang kedua yang dilakukan di Swedia memperlihatkan bahwa tingkat keselamatan korban yang diberikan pertolongan CPR hanya dengan penekanan dada adalah sebesar 8,7%. Sedangkan dengan CPR standar adalah sebesar 7%.

Selama ini, tindakan pemberian nafas dari mulut ke mulut dalam CPR merupakan tindakan yang cukup sulit dilakukan. Tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik serta memerlukan latihan yang cukup. Bahkan, para tenaga kesehatan yang sudah terlatih pun akan merasa kesulitan melakukannya apabila tidak dilakukan secara rutin. Selain memerlukan kekuatan nafas dari sang penolong, tindakan ini juga berisiko untuk menularkan penyakit, khususnya penyakit pernafasan, dari korban kepada sang penolong maupun sebaliknya.

cpr
Peneliti berharap, dengan menyederhanakan prosedur CPR maka akan semakin banyak orang yang memiliki niat menolong untuk melakukannya. Apabila Anda melihat seseorang tak sadarkan diri misalnya akibat serangan jantung, lakukanlah CPR hanya dengan melakukan penekanan daerah bagian tengah dari tulang dada dan agak sedikit ke bawah. Lakukan penekanan dengan keras, cepat, dan jangan berhenti. Biarkan dada kembali mengembang setelah penekanan. Apabila Anda merasa perlu beristirahat, lakukanlah istirahat sesingkat Anda bisa lalu lanjutkan lagi prosedur pertolongan ini.


Source: cardiosource.org



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

0 comments: